
(foto: bola.net)
"Beri dia kesempatan. Sulit bagipemain untuk berkembangketika pindah di tengah musim. Tahun depan dia akan mengubah segalanya," kata Steve Mc Laren, pelatih Wolfsbug, klub lama Edin Dzeko.
Dan Steve benar. Dalam kelanjutan Liga Inggris Minggu (28/8) malam, Dzeko tampil menggila. Ia menyarangkan empat gol ke gawang Friedl, kiper Totenham Hotspur.
30 menit pertama pertandingan, Dzeko tak tergambar, alias tak tampak di layar kaca. Tapi setelah itu, ia menjadi mimpi buruk bagi barisan pertahanan Totenham, klub yang musim lalu berada di peringkat lima Liga Inggris. Menit 32, ia mencetak gol pertamanya, setelah menerima umpan matang dari Samir Nasri, rekannya yang tampil dalam debut memakai seragam City itu. Menjelang turun minum, kembali dengan umpan matang Nasri, Dzeko membuat gol kedua dengan kepalanya.
Sampai di situ, sorot kamera pun mengarah kepadanya saat turun minum. Bayangkan, di tiga laga perdana Liga Inggris 2011/2012 ini, ia tak jeda membuat gol. Satu gol ia sarangkan ke gawang Swansea City, lalu lima hari kemudian giliran gawang Bolton yang ia jebol. Bila dihitung dengan laga pembuka, yakni Community Shield melawan Manchester United, praktis Dzeko sudah membuat lima gol di empat pertandingan pertamanya. Rekor ini sebenarnya pernah dilakukan oleh Gabriel Omar Batistuta sewaktu membela Fiorentina dulu.
Saat memasuki babak kedua, Dzeko tampil lebih kalem. Bersama tandem barunya, Sergio Kun Aguero, mereka terus mencoba menciptakan ruang untuk menjebol gawang Totenham. Dan kembali, umpan terobosan yang dibuat oleh Yaya Toure, dengan dingin ditendang oleh Dzeko. Hasilnya, ia mencetak hatrick, dan membawa City unggul 3-0.
Aguero yang tak mau ketinggalan, kemudian ikut membobol gawang Totenham kembali. Lagi-lagi lewat asist Samir Nasri dari sayap kiri lapangan. Setelah itu, City pun tampil lebih santai. Mereka menguatkan pertahanan dari lini tengah ke belakang. Dzeko pun tampak sering turun ke bawah membantu pertahanan. Namun Totenham berhasil mencuri satu gol lewat Younis Kaboul.
Mancini, sang pelatih yang dikenal dengan gaya sepakbola defensifnya musim lalu pun menarik keluar Aguero, memasukkan Savic, seorang bek. Alhasil, City menempatkan lima bek sekaligus. Wajar strategi ini ditempuh, mengingat apalagi yang akan dikejar oleh sebuah tim yang sudah unggul 4-1. Dzeko pun diletakkan sendirian di depan. Tapi yang terjadi kemudian adalah serangan balik yang menghentak. Gereth Barry mengirim bola ke Dzeko, dan dengan dingin, si pemuda muslim asal Bosnia ini pun menendang dari luar kotak pinalti. Hasilnya, kembali satu gol tercipta di masa injury time. Quatrick untuk Dzeko.
Dulu, ketika baru merumput di Liga Jerman, Dzeko butuh satu musim untuk beradaptasi. Ia tidak bisa melakukan banyak hal. Namun di musim keduanya, ia mencetak lebih dari 20 gol dan menjadi top skorer Liga Jerman. Hal inilah yang membuat Steve Mc Laren meminta Mancini dan fans City bersabar ketika melihat Dzeko tidak juga membuat banyak gol di pertengahan musim lalu. Dan Steve benar. Dzeko butuh waktu menyesuaikan diri. Setelah enam bulan lebih bersama rekan-rekannya, ia jadi paham karakter Liga Inggris yang keras.
Di awal musim, Dzeko berjanji bahwa ia akan mencetak banyak gol pada musim ini. Dan janji itu ditepati oleh pemuda yang dikenal oleh para mantan pelatihnya ini sebagai sosok yang santun dan tidak banyak mencari kontroversi.
Kini, ia sudah mencetak enam gol dari tiga pertandingan awal Liga Inggris. Berarti, rata-rata Dzeko mencetak dua gol dalam satu pertandingan. Sebuah pencapaian yang luar biasa di tengah ketatnya Liga Inggris. Apakah ia akan mencetak lebih banyak gol lagi di musim ini, waktu yang akan menjawabnya. Yang jelas, dengan kekuatan lini tengah City, tentu Dzeko akan dimanjakan oleh umpan-umpan memikat. Lihat saja di lini tengah City, ada David Silva, Samir Nasri, Yaya Toure, Gereth Barry, James Milner, Adam Jhonson, dan juga Nigel de Jong: nama-nama yang akan membuat barisan pertahanan lawan ketar-ketir menunggu ke mana arah bola yang akan mereka lesakkan dari kaki mereka.
Itulah jejak perjalanan si pemuda Bosnia ini. Tak banyak yang tahu bahwa Dzeko nyaris kehilangan mimpinya menjadi pemain sepakbola akibat perang. Tentara Serbia melumat kampung halamannya. Ia dan jutaan muslim Bosnia lainnya pun menjadi pengungsi perang. "Tapi masa lalu saya membuat saya kuat," kata Dzeko. Ya, pemuda ini lahir dengan mental yang diasah oleh perang. Siapa pun akan tahu bahwa perang hanya akan melahirkan dua jenis mental manusia: mereka yang depresi dan kehilangan harapan, dan satu kelompok lagi adalah mereka yang liat, kuat, dan tidak mudah patah semangat. Mungkin Dzeko masuk dalam kelompok yang kedua ini.
Ketika memulai debutnya di Liga Inggris Januari silam, ia memang tidak membuat gol. Ia hanya mampu membuat asist untuk Tevez. Namun sejumlah pengamat memuji penampilannya. Dan sejumlah pengamat memprediksi bahwa ia akan menjadi legenda baru di Etihad Stadium. Apakah prediksi itu akan terbukti? Mari kita sama-sama tunggu hingga akhir musim ini...... (trisno aji putra)